← LEGASI — beranda

DAFTAR PERTANYAAN

Bahan untuk dua pertemuan: Agen Asuransi dan Notaris
Disusun 2 Agustus 2026 · centang setelah dijawab, tulis jawabannya di garis

Kerjakan berbarengan, jangan berurutan. Dua percakapan ini tidak saling menunggu. Yang ke agen asuransi bisa lewat telepon minggu ini juga dan tidak berbiaya — sedangkan janji dengan notaris biasanya perlu diatur beberapa hari.
A
Untuk Agen Asuransi
± 20 menit · bisa via telepon
Tujuan pertemuan ini: memastikan uang pertanggungan sampai ke orang yang tepat, dan memindahkan sebagian penerima manfaat ke pihak yang tidak dilindungi hukum waris (istri, orang tua, adik, gereja) — karena anak sudah dijamin undang-undang sebesar 44,44% dari harta.
1. Saya punya berapa polis, dan mana yang mana?
Pisahkan dengan tegas: asuransi jiwa kredit (menempel di KPR, uangnya ke bank) dengan asuransi jiwa murni (uangnya ke keluarga). Minta nomor polis, nilai pertanggungan, dan masa berlaku masing-masing.
2. Penerima manfaat yang tercatat sekarang persis siapa?
Jangan puas dengan "anak". Minta dibacakan sesuai catatan: nama lengkap, persentase, dan penerima cadangan bila yang utama meninggal lebih dulu.
3. Bisakah penerima manfaat diubah menjadi beberapa orang dengan persentase?
Misal: istri …%, ayah & ibu …%, adik …%, yayasan …%. Tanyakan apakah badan hukum (yayasan/gereja) boleh menjadi penerima manfaat — sebagian penanggung membatasi hanya untuk perorangan.
4. Apa syaratnya, berapa lama, dan berbiaya atau tidak?
Umumnya cukup formulir dan kartu identitas. Tanyakan apakah perlu persetujuan istri, dan mintalah bukti tertulis bahwa perubahan sudah tercatat — jangan hanya percaya pada pesan WhatsApp.
5. Apakah uang pertanggungan termasuk harta warisan?
Ini pertanyaan intinya. Pemahaman umum: bila penerima manfaat ditunjuk namanya, uang tersebut bukan harta warisan sehingga tidak terkena pembagian dan tidak menunggu proses waris.
Catatan: jawaban agen bukan pendapat hukum. Pertanyaan yang sama wajib diajukan lagi ke notaris (Bagian B nomor 5). Bila keduanya berbeda, ikuti notaris.
6. Bagaimana cara keluarga mengajukan klaim, dan berapa lama cair?
Minta daftar berkasnya hitam di atas putih untuk disimpan bersama polis. Tanyakan pula batas waktu pengajuan — inilah sebab paling sering klaim hangus.
7. Untuk asuransi jiwa kredit: sesudah utang lunas, sertifikat bagaimana?
Utang lunas tidak membuat sertifikat kembali dengan sendirinya. Ahli waris harus mengurus roya di BPN. Tanyakan siapa yang menerbitkan surat keterangan lunas dan berapa lama prosesnya.
8. Apakah nilai pertanggungan masih memadai?
Hitung kasar: berapa yang keluarga butuhkan untuk hidup 3–5 tahun bila usaha kos terhenti sementara. Bandingkan dengan nilai polis yang ada sekarang.
Jangan lupa: minta salinan polis dalam bentuk PDF untuk semua polis, lalu simpan di satu tempat bersama nomor kontak agen. Polis yang tidak diketahui keberadaannya sama saja dengan tidak punya polis.
B
Untuk Notaris
± 60 menit · bawa surat pokok-pokok kehendak
Bawa serta: surat "Pokok-Pokok Kehendak", KTP, KK, akta nikah, salinan sertifikat, dan daftar utang. Semakin lengkap, semakin singkat waktunya — dan sebagian biaya notaris justru habis di tahap mengumpulkan data.
1. Ada perjanjian kawin atau tidak — dan apa akibatnya?
Bila tidak ada, sebagian harta adalah harta bersama, dan hanya bagian pemberi wasiat yang boleh diwasiatkan. Ini mengubah seluruh angka pembagian, jadi harus dipastikan lebih dahulu.
2. Benarkah bagian mutlak dua anak adalah 44,44%, dan bagian bebas 55,56%?
Perhitungan: 2/3 × 1/3 = 2/9 per anak (Pasal 913–914 KUHPerdata). Minta notaris membenarkan atau membetulkan angka ini secara tertulis.
3. Hasil kos per cabang untuk orang tua, adik, dan yayasan — bentuk apa yang paling kuat?
Hak pakai hasil (vruchtgebruik) atas cabang tertentu, atau hibah wasiat berkala? Mana yang lebih mudah dilaksanakan dan lebih tahan gugatan?
Sampaikan rencananya: kepemilikan seluruh cabang ke anak, tetapi hasil bersih Cabang A untuk orang tua seumur hidup, Cabang B untuk adik seumur hidup, Cabang C untuk yayasan panti asuhan.
4. Berapa nilai hak pakai hasil itu, dan apakah bagian mutlak anak masih aman?
Pertanyaan terpenting di seluruh daftar ini. Kepemilikan bangunan yang hasilnya mengalir ke orang lain selama puluhan tahun nilainya jauh di bawah kepemilikan penuh. Minta notaris menghitungnya.
Bila hasilnya menekan bagian anak di bawah 44,44%, wasiat dapat dipangkas (inkorting). Tanyakan berapa cabang yang perlu diserahkan kepada anak tanpa beban agar susunan ini aman.
5. Apakah uang asuransi jiwa termasuk harta warisan?
Bila bukan, maka pemberian kepada gereja, orang tua, dan adik jauh lebih aman disalurkan lewat polis daripada lewat wasiat. Tanyakan pula apakah premi yang dibayar dari harta bersama dapat dipersoalkan di kemudian hari.
6. Yayasan hanya boleh menerima hak pakai hasil paling lama 30 tahun — benar?
Pasal 810 KUHPerdata. Bila benar, apa yang terjadi sesudah 30 tahun: hasilnya kembali kepada anak, atau cabang tersebut dihibahkan sekalian kepada yayasan?
7. Aset yang sedang diagunkan — boleh diwasiatkan?
Apakah bank perlu diberi tahu? Apa yang terjadi bila asuransi kredit melunasi utang setelah pewaris meninggal — bagaimana pengurusan royanya?
8. Siapa yang pantas menjadi Pelaksana Wasiat, dan bolehkah notaris sendiri?
Sebagian kantor menghindarinya karena benturan peran. Tanyakan berapa biayanya, dan apa yang terjadi bila notaris pensiun atau meninggal — apakah protokolnya beralih kepada notaris pengganti?
9. Bila satu cabang saya jual semasa hidup, hibah wasiat atas cabang itu bagaimana?
Gugur begitu saja, atau beralih kepada hasil penjualannya? Minta agar akta memuat cabang pengganti supaya niatnya tidak batal hanya karena satu aset berpindah.
10. Hibah semasa hidup yang pernah saya berikan — perlu diperhitungkan?
Dikenal sebagai inbreng. Pemberian di masa lalu dapat dihitung sebagai bagian dari warisan penerimanya.
11. Berapa biaya seluruhnya, berapa lama, dan apa saja yang saya siapkan?
Termasuk pendaftaran ke Daftar Pusat Wasiat (AHU Online). Tanyakan pula siapa yang boleh menjadi 2 saksi — yang jelas bukan penerima wasiat dan bukan keluarga dekatnya.
12. Bila kelak ada perubahan, apakah harus membuat akta baru?
Beli atau jual aset, lahir cucu, pindah bank. Berapa biaya pembaruannya?
Sebelum pulang, mintalah tiga hal: (1) perkiraan biaya tertulis; (2) daftar berkas yang harus dilengkapi; (3) rancangan akta untuk dibaca di rumah dengan tenang — jangan menandatangani pada pertemuan pertama.
Daftar ini bahan persiapan, bukan nasihat hukum.
Tanya-jawab LEGASI
Rujukan: KUHPerdata Ps. 756 dst., 807, 808, 810, 913, 914, 957, 1005.